Tampilkan postingan dengan label PRODUKTIF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PRODUKTIF. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 November 2013

PENGERTIAN TATA CAHAYA/LIGHTING

Lighting atau disebut juga Tata Cahaya atau Pencahayaan yang dilakukan dalam proses produksi Film dan atau acara Televisi,penataan cahaya dilakukan untuk menambah nilai Artistic pada gambaragar gambar tersebut lebih berdimensi dan mempunyai kedalaman ruang. LIghting atau disebut juga Tata Cahaya atau Pencahayaan yang dilakukan dalam proses produksi Film dan atau acaraTelevisi,penataan cahaya dilakukan untuk menambah nilai Artistic pada gambaragar gambar tersebut lebih berdimensi dan mempunyai kedalaman ruang. Fungsi lain tata cahaya adalah untuk membantu memberikan penerangann untuk panggung yang besar seperti konser musik dan acara-acara yang menggunakan panggung besar lainya.
  1. JENIS SUMBER PENCAHAYAAN
Secara sederhana ada 2 jenis pencahayaan, yaitu :
  1. Pencahayaan alami (original light) dan
  2. Pencahayaan buatan/tiruan (Artifical Light)
  1. Pencahayaan alami atau original light, yaitu cahaya yang berasal dari matahari dan bulan.
  2. buatan/tiruan (Artifical Light), yaitu cahaya yang dibuat oleh manusia contohnya seperti lampu pementasan yang berfungsi sebagai penghidup acara yang sedang dilaksanakan dan sebagai penambah nilai estetika.


 POINTS OF LIGHT
Ini menjadi rumusan atau formuladasar sebuah pencahayaandalam produksivideo, film, dan foto. Tiga point itu terdiri atas :
  1. Key light adalah penyinaran pertama yang jatuh pada objek, yang menghasilkan bayangan yang kuat.
  2. Fill light adalah penyinaran yang digunakan untuk melunakan bayangan yang dihasilkan key light. Identitas pencahayaan fill light biasanya setengah dari key light.
  3. Back light adalah penyinaran dari belakang objek mengenai kepala dan  bahu, membentuk garis tepi atau rim dari objek yang berfungsi untuk dimensi agar objek tidak “menyatu” dengan latar belakang.


Langkah-langkah pengoperasian kamera digital ?

Ø  Aktifkan kamera.
Aktifkan kamera dan aturlah pada mode otomatis. Untuk menghemat baterai matikan pembidik LCD dan gunakan pernbidik optik yang tersedia.
Ø   Bidik obyek yang dinginkan.
Lensa pembidik atau LCD akan menampilkan objek yang akan Anda potret. Gunakan tombol zoom untuk memperoleh komposisi yang tepat. Jika pembidik mengalami bias atau tidak fokus, Anda bisa memeriksa apakah kamera digital Anda menyediakan pereduksi bias.
Ø  Fokus otomatis.
Tempatkan objek yang akan menjadi. Apabila gambar objek belum tajam, gunakan mode fokus otomatis. Skala ketajaman gambar tergantung pada jenis kamera yang Anda gunakan. Untuk proses fokus otomatis lakukan saat Anda menekan setengah tombol pembidik.
Ø  Bukaan otomatis.
Pada fotografi ada yang disebut bukaan lensa, yaitu lebarnya lensa pembidik yang akan terbuka untuk memindai gambar. Bukaan otomatis pada kamera digital dideteksi berdasarkan besarnya cahaya yang diterima oleh sensor. Setelah itu dapat ditentukan bukaan lensa optimal dengan cara menekan setengah tombol pembidik.
1. Posisi normal tombol bidik
2. Posisi setengah tekan pada tombol bidik
Ø  Blitz otomatis.
Apabila cahaya yang masuk kurang , bukaan otomatis (autoexposure) akan mengaktifkan blitz secara otomatis. Dalam keadaan aktif lihat lampu indikator yang akan berkedip-kedip pada saat Anda menekan setengah tombol pembidik.
Ø  White balance otomatis.
White balance adalah metode penyaringan pada saat proses konversi dari gradasi hitam putih ke gradasi warna. Metode secara otomatis menyesuaikan proporsi warna agar warna putih tetap tampil putih di foto.

langkah-langkah pengoperasian kamera analog

Ø  Hal pertama yang kita lakukan adalah memasukkan roll filmnya, lalu putar gagang atau kokangannya. Hal tersebut supaya kita mengetahui apakah roll film kita sudah bias menggulung atau belum. Jika belum bias menggulung, cobalah memperbaiki roll filmnya sampai rollnya bisa berputar dan menunjukan angka 1, 2, 3 atau yang lainnya pada bagian atas kamera. Hal itu untuk menunjukan jumlah film yang terpakai. Bila tanda menunjukan “S” maka anda perlu memperbaiki roll kembali.
Ø  Jika semuanya sudah siap untuk dipergunakan, silahkan mencari objek apa saja yang anda inginkan untuk anda foto. Jika sudah dapat, anda harus mengatur focus dan sinkronnya terlebih dahulu. Focus dan sinkron akan munccul pada View Finder dengan menekan tombol Shutter setengah.
Ø  Focus, focus ini kegunaannya untuk mendapatkan hasil yang focus dan tidak buyar atau buram. Focus ini bentuknya bulat dengan garis di tengahnya. Bila garis tersebut sudah lurus, itu berarti tandanya sudah focus. Tetapi bila garis di tengahnya masih terlihat tidak lurus atau patah, itu berarti kita harus mengaturnya terlebih dahulu yaitu dengan memutar cincin ring focus yang terdapat di bagian lensa sampai garis terlihat lurus.
Ø   Sinkron, sinkron gunanya adalah untuk mendapatkan gambar yang bagus (tidak under atau terlalu gelap dan tidak over atau terlalu terang). Ada berbagai macam tanda sinkron, seperti : ( +2, +1, 0, -1, -2 ) itu yang artinya jika ada suatu tanda di bawahnya yang arahnya menunjukan kearah kiri, artinya gambar akan mejadi semakin terang (over), bila tanda ke arah kanan artinya gambar akan semakin gelap (under). Namun bila tanda berada tepat di bawah angka 0, artinya gambar sudah sinkron dansiap untuk di foto.

Minggu, 29 September 2013

PENGERTIAN FOTOGRAFI





1. Adalah sebuah cabang keilmuan yang memadu padankan antara teknik dan seni.
Dibangun melalui prinsip kerja kamera dan cahaya
2. Perpaduan teknik grafis dengan menggunakan media cahaya
3. Dibangun dari komposisi dan susunan objek hingga membentuk visualisasi
pesan yang diharapkan pembuatnya agar bisa ditangkap o/ penikmat /
khalayaknya
SEJARAH FOTOGRAFI
Th 1839, Thomas Mandre Dquarre (Perancis) menemukan Gambar Optik. Ia adl putra seorang panitera pengadilan di Cernellies pd tgl 18 November 1787 Seorang Pelukis panggung TAHUN 1822 membentuk teater unik bernama Deorama Th 1926, Dquarre meneruskan penelitiannya u/ mengawetkan gambar tsb bersama Nicephore Niepce, seorg Perwira Infanteri Membuat kejutan dg membuat lukisan ilusi dg bantuan efek penyinaran yg mengagumkan Mengg lembrn hitam putih yg dilapisi aspal Butuh pencahayaan selama 8 jam Bagian yg terkena cahaya mjd keras dan tdk dapat lepas stlh dicuci dlm campuran minyak Lavender dan Terpentin TH 1830, mrk mengganti lembaran timah dg lempengan tembaga yg diberi lapisan perak dan kemudian diproses dg Larutan Yodium yg dilemahkan di dalam Air Raksa.Dapat mempersingkat waktupencahayaan, kemudian mengawetkan gambar dilarutkan dlm garam dapur Penemuan terakhir th 1839, selanjutnya terkenal dg Tahun Kelahiran Fotografi

PENEMUAN FILM
1.William Henry Fox Talbot
Berupa kertas yg peka cahaya dan dibuat transparan dg bantuan cahaya lilin

FOTOGRAFI DI INDONESIA
15 Mei 1857, Wolter Wood B dan James Page (Inggris) meletkkan tonggak dlm pendokumentasian di Indonesia Th 1841, 2 th setelah fotografi ditemukan Jurrians Munich datang ke Indonesia atas dasar perintah Kolonial Belanda, u/ membuat rekaman-rekaman desain

PERKEMBANGAN KAMERA
1.Banyak artis yg memakai kamera Obscura
2.Kamera gelap dg sebuah lubang yg memiliki lensa sederhana pd temboknya dan dapat dibuka
Cara kerjanya : memproduksi secara balik dlm skla kecil dari bayangan yg ditimbulkan o/suatu objek yg disinari
Th 1839, Louis JM Daquerre, mengembangkan jenis DAQUERRETYPE, yg peka thd cahaya, dg membuat plat fotografi dmn bayangan dari kamera Obscura dapat diletakkan dan dipasang secara Permanen Desain pertama kamera mirip kamera Obscura, memproyeksikan bayangan objek pada suatu kaca Bayangan dpt difokuskan, dan stlh fokus, kaca diganti dg bingkai kayu yg berfungsi sbg penahan plat yg peka cahaya. Th 1870, ditemukan plat Gelatin, material sensitif dan mudah digunakan.Kamera kodak dikenalkan 1883, membawa perubahan besar2an di dunia fotografi Kamera tsb Telah berisi film yg cukup u/ 100 gambar scr fabrikasi kmd kalau habis dpt diisikan kmbl pd pabrik yg sama (di Rockcester NV.
Th 1990, Kodak Brownie #1 Eastman gebrakan kelas amatir Film sensitif ini terus berkembang mengikuti perkembangan makin canggihnya kamera. Kamera optik yg dilengkapi o/ pencari jejak fokus pd th 1916 dg lensakec. Tinggi Ernoster

Senin, 23 September 2013

TATA CAHAYA

Ada 2 jenis tata cahaya yang utama yang sering dipakai oleh juru kamera, yaitu :
High Key adalah sebuah scene yang penampilannya lebih condong ke cerah. Efek dari tata cahaya high key relative hanya sedikit ada bayangan, tetapi penting juga ada sedikit bagian yang gelap sebagai bahwa indikasi bahwa high key bukan over exposed.
Low Key adalah sebaliknya, hanya bagian – bagian yang pokok yang diberikan cahaya cukup, sedangkan bagian – bagian lainnya ada dalam bayangan gelap. Sering terjadi juga salah pengertian bahwa untuk mendapatkan efek low key ialah dengan membuat under exposed, yang benar adalah perbandingan ratio antara gelap dan terang.
Tata cahaya mempunyai beberapa fungsi, antara lain :
Key Light, merupakan sumber cahaya utama untuk suatu karakter tertentu disuatu tempat dalam scene. Jika objeknya bergerak maka menggunakan beberapa key light
Fill Light, tujuannya untuk mengisi ( fill ) bayangan yang disebabkan oleh key light. Karena harus dihindari agar tidak menimbulkan bayangan baru, maka biasanya ditempatkan dekat kamera. Fill light bisa juga dengan menggunakan sumber cahaya soft. Kualitas dari soft light yang tidak menimbulkan bayangan memberikan kebebasan dalam penempatannya.
Back Light, ditempatkan diatas atau dibelakang objek untuk memberi cahaya diatas kepala atau diatas pundak.
Dalam tata cahaya kadang diperlukan efek khusus. Efek cahaya lain yang sering digunakan adalah Eye Light, sebuah lampu kecil dengan cahaya kuat yang ditempatkan di dekat kamera. Karena cahayanya lemah maka dia menimbulkan fill light di mata actor, disamping refleksinya akan membuat matanya berbinar. Terakhir adalah background light atau set light, untuk memberi cahaya pada tembok atau furniture.

Tata Cahaya/Lampu

Tata cahaya/lampu adalah unsur tata artistik yang cukup penting dalam pertunjukan teater. Sejak ditemukannya lampu sebagai penerangan, manusia menciptakan modifikasi dan menemukan hal-hal baru yang dapat digunakan untuk menerangi panggung pementasan. Seorang penata cahaya/ lampu perlu mempelajari pengetahuan dasar dan penguasaan peralatan tata cahaya/lampu yang selanjutnya dapat diterap-kan dan dikembangkan untuk kepentingan artistik pemang-gungan.
a. Fungsi Tata Cahaya/Lampu
Tata cahaya/lampu yang hadir di atas panggung dan menyinari semua objek sesungguhnya menghadirkan kemung-kinan bagi sutradara, aktor dan penonton untuk saling melihat dan berkomunikasi. Semua objek yang disinari memberikan gambaran yang jelas kepada penonton tentang segala sesu-atu yang akan dikomunikasikan. Dengan cahaya, sutradara dapat menghadirkan ilusi imajinatif. Banyak hal yang bisa difungsikan bekaitan dengan peran tata cahaya/lampu tetapi fungsi dasar tata cahaya/lampu ini ada empat, yaitu pene-rangan, dimensi, pemilihan, dan atmosfir .
Penerangan. Inilah fungsi paling mendasar dari tata cahaya. Lampu memberi penerangan pada pemain dan setiap objek yang ada di atas panggung. Istilah penerangan dalam tata cahaya/panggung bukan hanya sekedar memberi efek terang sehingga bisa dilihat tetapi juga memberi penerangan bagian tertentu dengan intensitas tertentu. Tidak semua area di atas panggung memiliki tingkat terang yang sama tetapi diatur de-gan tujuan dan maksud tertentu sehingga menegaskan pesan yang hendak disampaikan melalui laku aktor di atas pentas.
Dimensi. Dengan tata cahaya/lampu kedalaman sebuah obj-ek dapat dicitrakan. Dimensi dapat diciptakan dengan memba-gi sisi gelap dan terang atas objek yang disinari sehingga membantu perspektif tata panggung. Jika semua objek dite-rangi dengan intensitas yang sama maka gambar yang akan tertangkap oleh mata penonton menjadi datar. Dengan penga-turan tingkat intensitas serta pemilahan sisi gelap dan terang maka dimensi objek akan muncul.
Pemilihan. Tata cahaya/lampu dapat dimanfaatkan untuk menentukan objek dan area yang hendak disinari. Jika dalam film dan televisi sutradara dapat memilih adegan mengguna-kan kamera maka sutradara panggung melakukannya dengan cahaya. Dalam teater, penonton secara normal dapat melihat seluruh area panggung, untuk memberikan fokus perhatian pada area atau aksi tertentu. Pengaturan tata cahaya/lampu ini tidak hanya berpengaruh bagi perhatian penonton tetapi juga bagi para aktor di atas pentas serta keindahan tata pang-gung yang dihadirkan.
Atmosfir. Yang paling menarik dari fungsi tata cahaya/lampu adalah kemampuannya menghadirkan suasana yang mempe-ngaruhi emosi penonton. Kata “atmosfir” digunakan untuk menjelaskan suasana serta emosi yang terkandung dalam pe-ristiwa lakon. Tata cahaya/lampu mampu menghadirkan sua-sana yang dikehendaki oleh lakon. Sejak ditemukannya tek-nologi pencahayaan panggung, efek lampu dapat diciptakan untuk menirukan cahaya bulan dan matahari pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, warna cahaya matahari pagi berbe-da dengan siang hari.
Keempat fungsi pokok tata cahaya di atas tidak berdiri sendiri. Artinya, masing-masing fungsi memiliki interaksi (sa-ling mempengaruhi). Fungsi penerangan dilakukan dengan memilih area tertentu untuk memberikan gambaran dimensi-onal objek, suasana, dan emosi peristiwa.
Selain keempat fungsi pokok di atas, tata cahaya me-miliki fungsi pendukung yang dikembangkan secara berlainan oleh masing-masing ahli tata cahaya. Beberapa fungsi pendu-kung yang dapat ditemukan dalam tata cahaya adalah sebagai berikut.
Gerak. Tata cahaya tidaklah statis. Sepanjang pementasan, cahaya selalu bergerak dan berpindah dari area satu ke area lain, dari objek satu ke objek lain. Gerak perpindahan cahaya ini mengalir sehingga kadang-kadang perubahannya disadari oleh penonton dan kadang tidak. Jika perpindahan cahaya bergerak dari aktor satu ke aktor lain dalam area yang berbe-da, penonton dapat melihatnya dengan jelas. Tetapi perganti-an cahaya dalam satu area ketika adegan tengah berlangsung terkadang tidak secara langsung disadari. Tanpa sadar penon-ton dibawa ke dalam suasana yang berbeda melalui perubah-an cahaya.
Gaya. Cahaya dapat menunjukkan gaya pementasan yang sedang dilakonkan. Gaya realis atau naturalis yang mensya-ratkan detil kenyataan mengharuskan tata cahaya mengikuti cahaya alami seperti matahari, bulan atau lampu meja. Dalam gaya Surealis tata cahaya diproyeksikan untuk menyajikan imajinasi atau fantasi di luar kenyataan seharihari. Dalam pe-mentasan komedi atau dagelan tata cahaya membutuhkan tingkat penerangan yang tinggi sehingga setiap gerak lucu yang dilakukan oleh aktor dapat tertangkap jelas oleh penonton.
Komposisi. Cahaya dapat dimanfaatkan untuk menciptakan lukisan panggung melalui tatanan warna yang dihasilkannya.
Penekanan. Tata cahaya dapat memberikan penekanan ter-tentu pada adegan atau objek yang dinginkan. Penggunaan warna serta intensitas dapat menarik perhatian penonton se-hingga membantu pesan yang hendak disampaikan. Sebuah bagian bangunan yang tinggi yang senantiasa disinari cahaya sepanjang pertunjukan akan menarik perhatian penonton dan menimbulkan pertanyaan sehingga membuat penonton me-nyelidiki maksud dari hal tersebut.
Pemberian tanda. Cahaya berfungsi untuk memberi tanda selama pertunjukan berlangsung. Misalnya, fade out untuk mengakhiri sebuah adegan, fade in untuk memulai adegan dan black out sebagai akhir dari cerita. Dalam pementasan te-ater tradisional, black out biasanya digunakan sebagai tanda ganti adegan diiringi dengan pergantian set.
b. Peralatan Tata Cahaya/Lampu
Kerja tata cahaya/lampu adalah kerja pengaturan sinar di atas pentas. Kecakapan dalam mendisitribusi cahaya ke atas pentas sangat dibutuhkan. Dengan peralatan tata cahaya, kontrol atau kendali atas distribusi cahaya itu dapat dikerjakan. Penata cahaya perlu mengendalikan intensitas, warna, arah, bentuk, ukuran, dan kualitas cahaya serta gerak arus cahaya. Semua kendali itu bisa dimungkinkan karena adanya peralatan tata cahaya/lampu yang memang dirancang untuk tujuan ter-sebut. Penguasaan peralatan tata cahaya/lampu wajib dipela-jari oleh penata cahaya.

Jumat, 30 Agustus 2013

1. PENGERTIAN FILM
    Film merupakan hasil karya seni yang berasal dari perpaduan banyak unsur, seperti suara, gambar, dan gerak, dll'' 

2. DEFINISI KAMERA
     Kamera merupakan salah satu aspek penting dalam suatu pembuatan film, fungsi kamera yaitu mengambil/merekam adegan-adegan yang diarahkan oleh sang sutradara kemudian divisualisasikan oleh pemain-pemain yang melakukan adegan-adegan. 

3. JENIS – JENIS KAMERA
   
   #       Secara umum terdapat 2 jenis kamera :
1. Analog (AV)
                Data yang disimpan sebagai pancaran berbagai kuat sinyal  (gelombang) pada pita kamera perekam. Macam kamera jenis ini  antara lain VHS, S – VHS, 8mm, dan Hi – 8.
2. Digital (DV)
     Kamera perekam video digital menyimpan data dalam format kode biner bit per bit yang terdiri  atas rangkaian 1 (on) dan 0 (off). Jenis kamera ini antara lain mini DV, dan Digital 8.

4. MACAM – MACAM VIDEO
v  Video Analog :
               
                1. Biasanya menggunakan kaset ( tape )
                2. Berbahan dasar pita magnetik
                3. Memerlukan kompresi ke digital agar bisa
                    ditransfer ke komputer.
                4. Kelebihan warna yang colorfull
                5. Kelemahan akan mengalami kehausan seiring
                     berjalannya waktu
           #  Jenis – jenis Video Analog :
                                                1. U Matic
                                                2. Betamax
                                                3. VHS
                                                4. S- VHS
               
v  Video Digital :
               
                1. Dapat merekam suara dan gambar dalam waktu yang bersamaan.
                2. CCD ( Charge Couple Device )
                3. Tidak ada penurunan gambar dalam proses        kompresi
                             .     *Jenis-jenis Video Digital :
                                                1. Mini DV
                                                2. DV Cam
                                                3. DVC Pro          

PROFILE

Foto saya
PINRANG, SUL-SEL, Indonesia
(NAMA LENGKAP : KHAERULM. M) (NAMA PANGGILAN : HEERUUL) (MY HOBI : FOTBALL) (JUMLAH SAUDARA : 4 (EMPAT)) (ANAK KE : 2)